67 tahun semenjak kejadian pemberontakan pki madiun tahun 1948 dan juga setelah itu kembali berulang kejadian pemberontakan pada g30spki tahun 1965, tetapi ancaman komunisme di indonesia seolah terencana dibiaskan. terlebih lagi sebagian pihak pernah mewacanakan supaya pemerintah indonesia wajib memohon maaf terhadap kader - kader partai komunis indonesia (pki).
berikut ini tulisan dari sejarawan bernama agus sunyoto yang mengatakan dalil sejarah gimana kebiadaban pki dalam upaya melaksanakan makar dan juga pemberontakan, ribuan nyawa umat islam indonesia telah jadi kurban, simbol - simbol islam telah dihancurkan.
kebiadaban pki madiun 1948 terhadap ulama nu
“tanggal 18 september 1948 pagi saat sebelum terbit fajar, dekat 1500 orang pasukan fdr/pki – 700 orang antara lain dari kesatuan pesindo pimpinan mayor pandjang djoko prijono – bergerak ke pusat kota madiun. kesatuan cpm, Tentara Nasional Indonesia (TNI), polisi, aparat pemerintahan sipil kaget kala diserbu tiba - tiba. terjalin perlawanan pendek di markas Tentara Nasional Indonesia (TNI), kantor cpm, kantor polisi. pasukan pesindo bergerak kilat memahami tempat - tempat strategis di madiun. dikala fajar terbit, madiun sudah jatuh ke tangan fdr/pki. dekat 350 orang ditahan. “
keberhasilan fdr/pki memahami madiun disusul terbentuknya aksi penjarahan, penangkapan sewenang - wenang terhadap musuh pki, menembak musuh pki, kegemparan dan juga kepanikan juga rusak di golongan penduduk, diiringi tindakan - tindakan bertabiat fasisme yang berlangsung dengan seram. seluruh pimpinan masyumi dan juga pni ditangkap ataupun dibunuh. orang - orang berpakaian warok ponorogo dengan senjata revolver dan juga kelewang menembak ataupun menyembelih orang - orang yang dikira musuh pki. mayat - mayat bergelimpangan di sejauh jalur. bendera merah putih dirobek ditukar bendera merah berlambang palu arit. potret soekarno ditukar potret moeso. seseorang wartawan sin po yang berposisi di madiun, menuliskan detik - detik kala pki pamer kekejaman itu dalam reportase yang diberi judul: ‘kekedjeman kaoem communist; kalangan masjoemi mengidap amat heibat; bangsa tionghoa “ketjipratan” djoega. ’
pada detik, menit dan juga jam yang kira - kira sama, di kota magetan dekat 1. 000 orang pasukan fdr/pki – 700 orang antara lain dari kesatuan pesindo pimpinan mayor moersjid — bergerak kilat menyerbu kabupaten, kantor komando distrik militer (kodim) , kantor onder distrik militer (koramil) , kantor resort polisi, rumah kepala majelis hukum, dan juga kantor pemerintahan sipil di magetan. sama dengan penyerangan tiba - tiba di madiun, sehabis memahami kota magetan dan juga mempesona bupati, patih, sekretaris kabupaten, jaksa, kepala majelis hukum, kapolres, komandan kodim, dan juga aparat kabupaten magetan, terjalin aksi penangkapan terhadap tokoh - tokoh masyumi dan juga pni di kampung - kampung, pesantren - pesantren, desa - desa, pabrik gula, diiringi penjarahan, penyiksaan, dan juga terlebih lagi pembunuhan. wartawan wanita rasid yang melihat pembantaian massal di gorang - gareng, magetan, menuliskan reportase tentang kebiadaban fdr/pki tersebut. pembunuhan, perampokan dan juga penangkapan yang dicoba fdr/pki itu diberitakan tulisan laporan merdeka 1 november 1948.
walaupun tidak sama dengan aksi gempuran di madiun dan juga magetan yang sukses mengambil alih pemerintahan, gempuran tiba - tiba yang sama pada pagi hari bertepatan pada 18 september 1948 itu dicoba oleh pasukan fdr/pki di trenggalek, ponorogo, pacitan, ngawi, purwodadi, kudus, pati, blora, rembang, cepu. sama dengan di madiun dan juga magetan, aksi gempuran fdr/pki meninggalkan jejak pembantaian massal terhadap musuh - musuh mereka. antropolog amerika, robert jay, yang ke jawa tengah tahun 1953 mencatat gimana pki melenyapkan tidak cuma pejabat pemerintah, tetapi pula penduduk, paling utama ulama - ulama ortodoks, santri dan juga mereka yang diketahui karna kesalehannya kepada islam: mereka itu ditembak, terbakar hingga mati, ataupun dicincang - cincang. mesjid dan juga madrasah terbakar, terlebih lagi ulama dan juga santri - santrinya dikunci di dalam madrasah, kemudian madrasahnya terbakar. tentu mereka tidak dapat berbuat apa - apa karna ulama itu orang - orang tua yang sudah ubanan, orang - orang dan juga kanak - kanak pria yang baik yang tidak melawan. sehabis itu, rumah - rumah penganut islam dirampok dan juga dirusak.
aksi kejam fdr/pki sepanjang melangsungkan aksi kudeta itu menyulut amarah presiden soekarno yang mengancam aksi tersebut dalam pidato yang berisi seruan untuk “rakyat indonesia buat memastikan nasib seorang diri dengan memilah: turut muso dengan pki - nya yang hendak bawa bangkrutnya cita - cita indonesia merdeka - atau turut soekarno - hatta, yang insya allah dengan dorongan tuhan hendak mengetuai negeri republik indonesia ke indonesia yang merdeka, tidak dijajah oleh negeri apa juga pula. presiden soekarno menyeru supaya rakyat menolong perlengkapan pemerintah buat memberantas seluruh pemberontakan dan juga mengembalikan pemerintahan yang legal di wilayah. madiun wajib lekas di tangan kita berulang. ”
seruan presiden soekarno disambut oleh menteri hamengkubuwono yang disusul sambutan menteri soekiman dan juga jenderal soedirman yang membacakan tulisan keputusan penaikan mayor jenderal soengkono bagaikan panglima militer jawa timur. bertepatan pada 23 september 1948 menteri agama kh masjkoer mengucapkan pidato radio yang tegas mengatakan kalau aksi merebut kekuasaan berlawanan dengan agama dan juga sama serupa perbuatan permusuhan orang - orang yang pro belanda. dengan janji - janji palsu rakyat dipengaruhi, dibujuk, dihasut, dituntut dan juga diperuntukan tameng oleh pki moeso.
pidato menteri agama kh masjkoer yang melaporkan kalau rakyat dipengaruhi, dibujuk, dihasut, dituntut dan juga diperuntukan tameng oleh pki moeso tidak mengada - ada. itu fakta sewaktu pidato presiden soekarno dicetak bagaikan selebaran yang disebarkan kepada penduduk lewat pesawat terbang. mendadak – usai membaca selebaran berisi pidato presiden soekarno – penduduk yang dipersenjatai oleh pki beramai - ramai meletakkan senjata. mereka duduk di trotoar jalur dalam kondisi bimbang. mereka kaget dan juga bimbang sewaktu siuman bahwa
gerakan yang mereka jalani itu nyatanya diperuntukan buat melawan presiden soekarno. mereka juga mulai bingung tentang siapa sejatinya moeso yang mengaku pemimpin rakyat itu.
sejarah mencatat, kalau antara bertepatan pada 18 – 21 september 1948 gerakan makar fdr/pki yang dicoba dengan amat kilat itu tidak dapat dimaknai lain kecuali bagaikan pemberontakan. karena dalam tempo cuma 3 hari, fdr/pki telah menewaskan pejabat - pejabat negeri baik sipil ataupun militer, tokoh warga, tokoh politik, tokoh tarbiyah, terlebih lagi tokoh agama. dengan kekejaman khas kalangan komunis – serupa nanti dipraktekkan lagi di kampuchea sepanjang rezim pol pot berkuasa — penggalan terbanyak dari mayat - mayat yang dibunuh dengan amat kejam oleh fdr/pki itu dimasukkan ke dalam sumur - sumur “neraka” secara tumpuk - menumpuk dan juga tumpang - tindih. sebagian lagi di antara tawanan fdr/pki ditembak di “ladang pembantaian” di pabrik gula gorang - gareng ataupun di alas tuwa.
sehabis gerakan makar fdr/pki sukses ditumpas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibantu warga, dini januari tahun 1950 sumur - sumur “neraka” yang dipakai fdr/pki mengubur korban - korban kekejaman mereka dibongkar oleh pemerintah. berpuluh - puluh ribu warga dari magetan, madiun, ngawi, ponorogo, trenggalek berdatangan melihat pembongkaran sumur - sumur “neraka”. mereka bukan sekadar memandang kejadian sangat jarang itu, mayoritas mereka mencari anggota keluarganya yang diculik pki.
diantara sumur - sumur “neraka” yang dibongkar itu, datanya dikenal malah berdasar pengakuan orang - orang pki seorang diri. dalam proses pembongkaran sumur - sumur “neraka” itu ada 7 posisi ditambah 2 posisi pembantaian di magetan, ialah: 1. sumur “neraka” desa dijenan, kec. ngadirejo, kab. magetan; 2. sumur “neraka” i desa soco, kec. bendo, kab. magetan; 3. sumur “neraka” ii desa soco, kec. bendo, kab, magetan; 4. sumur “neraka” desa cigrok, kec. kenongomulyo, kab. magetan, 5. sumur “neraka” desa pojok, kec. kawedanan, kab. magetan; 6. sumur “neraka” desa batokan, kec. banjarejo, kab. magetan; 7. sumur “neraka” desa bogem, kec. kawedanan, kab. magetan; dan juga 2 posisi killing fields yang dipakai fdr/pki membantai musuh - musuhnya, ialah ruang kantor dan juga taman pabrik gula gorang - gareng dan juga alas tuwa di dekat desa geni langit di magetan.
dalil kekejaman fdr/pki dalam gerakan pemberontakan tahun 1948 disaksikan puluhan ribu masyarakat warga yang menyaksikan pembongkaran sumur - sumur “neraka” itu, yang sehabis diidentifikasi diperoleh beberapa nama pejabat pemerintahan sipil ataupun Tentara Nasional Indonesia (TNI), ulama, tokoh masjoemi, tokoh pni, polisi, camat, kepala desa, terlebih lagi guru. berikut catatan sebagian nama - nama korban kekejaman fdr/pki tahun 1948 yang diperoleh dari pembongkaran sumur “neraka” soco i dan juga sumur “neraka” soco ii, yang terletak di desa soco, kec. bendo, kab. magetan:
sumur “neraka” soco i: 1. soehoed, camat magetan; 2. r. moerti, kepala majelis hukum magetan; 3. mas ngabehi soedibyo, bupati magetan; 4. r. soebianto; 5. r. soekardono, patih magetan; 6. soebirin; 7. imam hadi; 8. r. joedo koesoemo; 9. soemardji; 10. soetjipto; 11. iskak; 12. soelaiman; 13. hadi soewirjo; 14. soedjak; 15. soetedjo; 16. soekadi; 17. imam soedjono; 18. pamoedji; 19. soerat atim; 20. hardjo roedino; 21. mahardjono; 22. soerjawan; 23. oemar danoes; 24. mochammad samsoeri; 25. soemono; 26. karyadi; 27. soerdradjat; 28. bambang joewono; 29. soepaijo; 30. marsaid; 31. soebargi; 32. soejadijo. 33. ridwan; 34. marto ngoetomo; 35. hadji afandi; 36. hadji soewignjo; 37. hadji doelah; 38. sangat is; 39. hadji soewignyo; 40. sakidi; 41. nyonya sakidi; 42. sarman; 43. soemokidjan; 44. irawan; 45. soemarno; 46. marni; 47. kaslan; 48. soetokarijo; 49. kasan redjo; 50. soeparno; 51. soekar; 52. samidi; 53. soebandi; 54. raden noto amidjojo; 55. soekoen; 56. pangat b; 57. soeparno; 58. soetojo; 59. sarman; 60. moekiman; 61. soekiman; 62. pangat/hardjo; 63. sarkoen b; 64. sarkoen a; 65. kasan diwirjo; 66. moeanan; 67. haroen; 68. ismail. terdapat dekat 40 mayat tidak dikenali karna bukan masyarakat magetan.
sumur “neraka” soco ii: 1. r. ismaiadi, kepala resort polisi magetan; 2. r. doerjat, inspektur polisi magetan; 3. kasianto, anggota polri; 4. soebianto, anggota polri; 5. kholis, anggota polri; 6. soekir, anggota polri; 7. bamudji, pembantu sekretaris btt; 8. oemar damos, kepala jawatan penerangan magetan; 9. rofingi tjiptomartono, wedana magetan; 10. bani, app. upas; 11. soemingan, app. upas; 12. baidowi; 13. naib bendo; 14. reso siswojo; 15. kusnandar, guru; 16. soejoedono, adm pg rejosari; 17. kjai imam mursjid muttaqin, mursyid tarikat syattariyah pesantren takeran; 18. kjai zoebair; 19. kjai malik; 20. kjai noeroen; 21. kjai moch. noor. ”
tindak kebiadaban fdr/pki sepanjang melaksanakan aksi makarnya tahun 1948 yang disaksikan puluhan ribu penduduk pria, wanita, tua, muda, kanak - kanak yang menyaksikan penaikan jenazah para korban dari sumur - sumur “neraka” yang tersebar di magetan dan juga madiun, merupakan rekaman kejadian yang tidak hendak terlupakan. kejadian pembongkaran sumur - sumur “neraka” itu telah menimbulkan anggapan abadi dalam ingatan dasar siuman warga kalau pki mempunyai ikatan erat dengan pembunuhan manusia yang dimasukkan ke dalam sumur “neraka”. itu sebabnya, kala bertepatan pada 1 oktober 1965 tersiar laporan para jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat (AD) diculik pki dan juga setelah itu ditemui sudah jadi mayat di dalam sumur “neraka” lubang buaya di dekat halim, amarah warga mendadak meledak terhadap pki, tercantum di area aktivis gerakan pemuda ansor yang semenjak 1964 membentuk barisan ansor serbaguna (banser) di bermacam wilayah yang dilatih kemiliteran karna penuhi kemauan presiden soekarno membentuk kekokohan sukarelawan buat mengganyang malaysia, di mana anggota banser yang emosinya tidak terkontrol – paling utama sehabis tewasnya 155 orang anggota ansor banyuwangi yang dibunuh pki – dimanfaatkan oleh pihak militer buat bersama - sama menumpas kekokohan pki yang telah menewaskan para jenderal mereka.
informasi ini ditulis oleh agus sunyoto.
kesatu kali dilansir di buletin risalah edisi 36 tahun iv 1433 h/ 2012 perihal 24 - 29, diterbitkan ulang oleh web remental. blogspot. co. id
penulis merupakan periset sejarah kejadian madiun 1948 yang diterbitkan dalam novel bertajuk “lubang - lubang pembantaian: gerakan makar fdr/pki 1948 di madiun” (1990).
penulis periset konflik banser - pki 1965 di jawa tengah yang diterbitkan dalam novel bertajuk “banser berjihad menumpas pki” (1995).
penulis periset pembedahan trisula 1966 - 1968 di blitar yang dilansir bersambung di setiap hari jawa pos september - oktober 1995.
teladani. com
(sumber: https:// trenz-sharez. blogspot. com/2016/12/jangan-lupakan-sejarah-inilah-fakta. html)
berikut ini tulisan dari sejarawan bernama agus sunyoto yang mengatakan dalil sejarah gimana kebiadaban pki dalam upaya melaksanakan makar dan juga pemberontakan, ribuan nyawa umat islam indonesia telah jadi kurban, simbol - simbol islam telah dihancurkan.
kebiadaban pki madiun 1948 terhadap ulama nu
“tanggal 18 september 1948 pagi saat sebelum terbit fajar, dekat 1500 orang pasukan fdr/pki – 700 orang antara lain dari kesatuan pesindo pimpinan mayor pandjang djoko prijono – bergerak ke pusat kota madiun. kesatuan cpm, Tentara Nasional Indonesia (TNI), polisi, aparat pemerintahan sipil kaget kala diserbu tiba - tiba. terjalin perlawanan pendek di markas Tentara Nasional Indonesia (TNI), kantor cpm, kantor polisi. pasukan pesindo bergerak kilat memahami tempat - tempat strategis di madiun. dikala fajar terbit, madiun sudah jatuh ke tangan fdr/pki. dekat 350 orang ditahan. “
keberhasilan fdr/pki memahami madiun disusul terbentuknya aksi penjarahan, penangkapan sewenang - wenang terhadap musuh pki, menembak musuh pki, kegemparan dan juga kepanikan juga rusak di golongan penduduk, diiringi tindakan - tindakan bertabiat fasisme yang berlangsung dengan seram. seluruh pimpinan masyumi dan juga pni ditangkap ataupun dibunuh. orang - orang berpakaian warok ponorogo dengan senjata revolver dan juga kelewang menembak ataupun menyembelih orang - orang yang dikira musuh pki. mayat - mayat bergelimpangan di sejauh jalur. bendera merah putih dirobek ditukar bendera merah berlambang palu arit. potret soekarno ditukar potret moeso. seseorang wartawan sin po yang berposisi di madiun, menuliskan detik - detik kala pki pamer kekejaman itu dalam reportase yang diberi judul: ‘kekedjeman kaoem communist; kalangan masjoemi mengidap amat heibat; bangsa tionghoa “ketjipratan” djoega. ’
pada detik, menit dan juga jam yang kira - kira sama, di kota magetan dekat 1. 000 orang pasukan fdr/pki – 700 orang antara lain dari kesatuan pesindo pimpinan mayor moersjid — bergerak kilat menyerbu kabupaten, kantor komando distrik militer (kodim) , kantor onder distrik militer (koramil) , kantor resort polisi, rumah kepala majelis hukum, dan juga kantor pemerintahan sipil di magetan. sama dengan penyerangan tiba - tiba di madiun, sehabis memahami kota magetan dan juga mempesona bupati, patih, sekretaris kabupaten, jaksa, kepala majelis hukum, kapolres, komandan kodim, dan juga aparat kabupaten magetan, terjalin aksi penangkapan terhadap tokoh - tokoh masyumi dan juga pni di kampung - kampung, pesantren - pesantren, desa - desa, pabrik gula, diiringi penjarahan, penyiksaan, dan juga terlebih lagi pembunuhan. wartawan wanita rasid yang melihat pembantaian massal di gorang - gareng, magetan, menuliskan reportase tentang kebiadaban fdr/pki tersebut. pembunuhan, perampokan dan juga penangkapan yang dicoba fdr/pki itu diberitakan tulisan laporan merdeka 1 november 1948.
walaupun tidak sama dengan aksi gempuran di madiun dan juga magetan yang sukses mengambil alih pemerintahan, gempuran tiba - tiba yang sama pada pagi hari bertepatan pada 18 september 1948 itu dicoba oleh pasukan fdr/pki di trenggalek, ponorogo, pacitan, ngawi, purwodadi, kudus, pati, blora, rembang, cepu. sama dengan di madiun dan juga magetan, aksi gempuran fdr/pki meninggalkan jejak pembantaian massal terhadap musuh - musuh mereka. antropolog amerika, robert jay, yang ke jawa tengah tahun 1953 mencatat gimana pki melenyapkan tidak cuma pejabat pemerintah, tetapi pula penduduk, paling utama ulama - ulama ortodoks, santri dan juga mereka yang diketahui karna kesalehannya kepada islam: mereka itu ditembak, terbakar hingga mati, ataupun dicincang - cincang. mesjid dan juga madrasah terbakar, terlebih lagi ulama dan juga santri - santrinya dikunci di dalam madrasah, kemudian madrasahnya terbakar. tentu mereka tidak dapat berbuat apa - apa karna ulama itu orang - orang tua yang sudah ubanan, orang - orang dan juga kanak - kanak pria yang baik yang tidak melawan. sehabis itu, rumah - rumah penganut islam dirampok dan juga dirusak.
aksi kejam fdr/pki sepanjang melangsungkan aksi kudeta itu menyulut amarah presiden soekarno yang mengancam aksi tersebut dalam pidato yang berisi seruan untuk “rakyat indonesia buat memastikan nasib seorang diri dengan memilah: turut muso dengan pki - nya yang hendak bawa bangkrutnya cita - cita indonesia merdeka - atau turut soekarno - hatta, yang insya allah dengan dorongan tuhan hendak mengetuai negeri republik indonesia ke indonesia yang merdeka, tidak dijajah oleh negeri apa juga pula. presiden soekarno menyeru supaya rakyat menolong perlengkapan pemerintah buat memberantas seluruh pemberontakan dan juga mengembalikan pemerintahan yang legal di wilayah. madiun wajib lekas di tangan kita berulang. ”
seruan presiden soekarno disambut oleh menteri hamengkubuwono yang disusul sambutan menteri soekiman dan juga jenderal soedirman yang membacakan tulisan keputusan penaikan mayor jenderal soengkono bagaikan panglima militer jawa timur. bertepatan pada 23 september 1948 menteri agama kh masjkoer mengucapkan pidato radio yang tegas mengatakan kalau aksi merebut kekuasaan berlawanan dengan agama dan juga sama serupa perbuatan permusuhan orang - orang yang pro belanda. dengan janji - janji palsu rakyat dipengaruhi, dibujuk, dihasut, dituntut dan juga diperuntukan tameng oleh pki moeso.
pidato menteri agama kh masjkoer yang melaporkan kalau rakyat dipengaruhi, dibujuk, dihasut, dituntut dan juga diperuntukan tameng oleh pki moeso tidak mengada - ada. itu fakta sewaktu pidato presiden soekarno dicetak bagaikan selebaran yang disebarkan kepada penduduk lewat pesawat terbang. mendadak – usai membaca selebaran berisi pidato presiden soekarno – penduduk yang dipersenjatai oleh pki beramai - ramai meletakkan senjata. mereka duduk di trotoar jalur dalam kondisi bimbang. mereka kaget dan juga bimbang sewaktu siuman bahwa
gerakan yang mereka jalani itu nyatanya diperuntukan buat melawan presiden soekarno. mereka juga mulai bingung tentang siapa sejatinya moeso yang mengaku pemimpin rakyat itu.
sejarah mencatat, kalau antara bertepatan pada 18 – 21 september 1948 gerakan makar fdr/pki yang dicoba dengan amat kilat itu tidak dapat dimaknai lain kecuali bagaikan pemberontakan. karena dalam tempo cuma 3 hari, fdr/pki telah menewaskan pejabat - pejabat negeri baik sipil ataupun militer, tokoh warga, tokoh politik, tokoh tarbiyah, terlebih lagi tokoh agama. dengan kekejaman khas kalangan komunis – serupa nanti dipraktekkan lagi di kampuchea sepanjang rezim pol pot berkuasa — penggalan terbanyak dari mayat - mayat yang dibunuh dengan amat kejam oleh fdr/pki itu dimasukkan ke dalam sumur - sumur “neraka” secara tumpuk - menumpuk dan juga tumpang - tindih. sebagian lagi di antara tawanan fdr/pki ditembak di “ladang pembantaian” di pabrik gula gorang - gareng ataupun di alas tuwa.
sehabis gerakan makar fdr/pki sukses ditumpas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibantu warga, dini januari tahun 1950 sumur - sumur “neraka” yang dipakai fdr/pki mengubur korban - korban kekejaman mereka dibongkar oleh pemerintah. berpuluh - puluh ribu warga dari magetan, madiun, ngawi, ponorogo, trenggalek berdatangan melihat pembongkaran sumur - sumur “neraka”. mereka bukan sekadar memandang kejadian sangat jarang itu, mayoritas mereka mencari anggota keluarganya yang diculik pki.
diantara sumur - sumur “neraka” yang dibongkar itu, datanya dikenal malah berdasar pengakuan orang - orang pki seorang diri. dalam proses pembongkaran sumur - sumur “neraka” itu ada 7 posisi ditambah 2 posisi pembantaian di magetan, ialah: 1. sumur “neraka” desa dijenan, kec. ngadirejo, kab. magetan; 2. sumur “neraka” i desa soco, kec. bendo, kab. magetan; 3. sumur “neraka” ii desa soco, kec. bendo, kab, magetan; 4. sumur “neraka” desa cigrok, kec. kenongomulyo, kab. magetan, 5. sumur “neraka” desa pojok, kec. kawedanan, kab. magetan; 6. sumur “neraka” desa batokan, kec. banjarejo, kab. magetan; 7. sumur “neraka” desa bogem, kec. kawedanan, kab. magetan; dan juga 2 posisi killing fields yang dipakai fdr/pki membantai musuh - musuhnya, ialah ruang kantor dan juga taman pabrik gula gorang - gareng dan juga alas tuwa di dekat desa geni langit di magetan.
dalil kekejaman fdr/pki dalam gerakan pemberontakan tahun 1948 disaksikan puluhan ribu masyarakat warga yang menyaksikan pembongkaran sumur - sumur “neraka” itu, yang sehabis diidentifikasi diperoleh beberapa nama pejabat pemerintahan sipil ataupun Tentara Nasional Indonesia (TNI), ulama, tokoh masjoemi, tokoh pni, polisi, camat, kepala desa, terlebih lagi guru. berikut catatan sebagian nama - nama korban kekejaman fdr/pki tahun 1948 yang diperoleh dari pembongkaran sumur “neraka” soco i dan juga sumur “neraka” soco ii, yang terletak di desa soco, kec. bendo, kab. magetan:
sumur “neraka” soco i: 1. soehoed, camat magetan; 2. r. moerti, kepala majelis hukum magetan; 3. mas ngabehi soedibyo, bupati magetan; 4. r. soebianto; 5. r. soekardono, patih magetan; 6. soebirin; 7. imam hadi; 8. r. joedo koesoemo; 9. soemardji; 10. soetjipto; 11. iskak; 12. soelaiman; 13. hadi soewirjo; 14. soedjak; 15. soetedjo; 16. soekadi; 17. imam soedjono; 18. pamoedji; 19. soerat atim; 20. hardjo roedino; 21. mahardjono; 22. soerjawan; 23. oemar danoes; 24. mochammad samsoeri; 25. soemono; 26. karyadi; 27. soerdradjat; 28. bambang joewono; 29. soepaijo; 30. marsaid; 31. soebargi; 32. soejadijo. 33. ridwan; 34. marto ngoetomo; 35. hadji afandi; 36. hadji soewignjo; 37. hadji doelah; 38. sangat is; 39. hadji soewignyo; 40. sakidi; 41. nyonya sakidi; 42. sarman; 43. soemokidjan; 44. irawan; 45. soemarno; 46. marni; 47. kaslan; 48. soetokarijo; 49. kasan redjo; 50. soeparno; 51. soekar; 52. samidi; 53. soebandi; 54. raden noto amidjojo; 55. soekoen; 56. pangat b; 57. soeparno; 58. soetojo; 59. sarman; 60. moekiman; 61. soekiman; 62. pangat/hardjo; 63. sarkoen b; 64. sarkoen a; 65. kasan diwirjo; 66. moeanan; 67. haroen; 68. ismail. terdapat dekat 40 mayat tidak dikenali karna bukan masyarakat magetan.
sumur “neraka” soco ii: 1. r. ismaiadi, kepala resort polisi magetan; 2. r. doerjat, inspektur polisi magetan; 3. kasianto, anggota polri; 4. soebianto, anggota polri; 5. kholis, anggota polri; 6. soekir, anggota polri; 7. bamudji, pembantu sekretaris btt; 8. oemar damos, kepala jawatan penerangan magetan; 9. rofingi tjiptomartono, wedana magetan; 10. bani, app. upas; 11. soemingan, app. upas; 12. baidowi; 13. naib bendo; 14. reso siswojo; 15. kusnandar, guru; 16. soejoedono, adm pg rejosari; 17. kjai imam mursjid muttaqin, mursyid tarikat syattariyah pesantren takeran; 18. kjai zoebair; 19. kjai malik; 20. kjai noeroen; 21. kjai moch. noor. ”
tindak kebiadaban fdr/pki sepanjang melaksanakan aksi makarnya tahun 1948 yang disaksikan puluhan ribu penduduk pria, wanita, tua, muda, kanak - kanak yang menyaksikan penaikan jenazah para korban dari sumur - sumur “neraka” yang tersebar di magetan dan juga madiun, merupakan rekaman kejadian yang tidak hendak terlupakan. kejadian pembongkaran sumur - sumur “neraka” itu telah menimbulkan anggapan abadi dalam ingatan dasar siuman warga kalau pki mempunyai ikatan erat dengan pembunuhan manusia yang dimasukkan ke dalam sumur “neraka”. itu sebabnya, kala bertepatan pada 1 oktober 1965 tersiar laporan para jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat (AD) diculik pki dan juga setelah itu ditemui sudah jadi mayat di dalam sumur “neraka” lubang buaya di dekat halim, amarah warga mendadak meledak terhadap pki, tercantum di area aktivis gerakan pemuda ansor yang semenjak 1964 membentuk barisan ansor serbaguna (banser) di bermacam wilayah yang dilatih kemiliteran karna penuhi kemauan presiden soekarno membentuk kekokohan sukarelawan buat mengganyang malaysia, di mana anggota banser yang emosinya tidak terkontrol – paling utama sehabis tewasnya 155 orang anggota ansor banyuwangi yang dibunuh pki – dimanfaatkan oleh pihak militer buat bersama - sama menumpas kekokohan pki yang telah menewaskan para jenderal mereka.
informasi ini ditulis oleh agus sunyoto.
kesatu kali dilansir di buletin risalah edisi 36 tahun iv 1433 h/ 2012 perihal 24 - 29, diterbitkan ulang oleh web remental. blogspot. co. id
penulis merupakan periset sejarah kejadian madiun 1948 yang diterbitkan dalam novel bertajuk “lubang - lubang pembantaian: gerakan makar fdr/pki 1948 di madiun” (1990).
penulis periset konflik banser - pki 1965 di jawa tengah yang diterbitkan dalam novel bertajuk “banser berjihad menumpas pki” (1995).
penulis periset pembedahan trisula 1966 - 1968 di blitar yang dilansir bersambung di setiap hari jawa pos september - oktober 1995.
teladani. com
(sumber: https:// trenz-sharez. blogspot. com/2016/12/jangan-lupakan-sejarah-inilah-fakta. html)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar